Membuat Aplikasi Pembayaran Spp Dengan Visual Basic

Membuat Aplikasi Pembayaran Spp Dengan Visual Basic – Download “Perancangan Aplikasi Pembayaran SPP Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0 di SMA N1 Ambarawa. Anggeet Susanto”

1 Perancangan Aplikasi Pembayaran SPP SMA N 1 Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual BASIC 6.0 AMBARAWA Anggit Susanto Jurusan Sistem Informasi STMIK Pringsewu Lampung JL. Wisma Rini tidak. 09 Pringsewu Lampung Telp. (0729) Faks. (0729) Website: Abstrak SMA Negeri 1 Ambarawa, pengolahan data pembayaran belum berlaku. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu data pembayaran siswa. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk memudahkan komputerisasi pengolahan data secara manual. Metodologi penelitian diawali dengan pengumpulan dan penyusunan data setelah pembuatan sistem, yang diawali dengan identifikasi masalah, analisis masalah, perancangan sistem, dan implementasi sistem. Bayar dengan Aplikasi, yang membantu sekolah memproses data terkait pembayaran siswa, menyederhanakan penyimpanan dan pemrosesan data. Kata kunci: Perancangan Aplikasi, Pembayaran Siswa, SMA N 1 Ambarawa 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat pesat. Penggunaan komputer sebagai alat untuk membantu pekerjaan di bidang teknologi sistem informasi semakin meningkat di segala bidang. Komputer tampaknya memiliki banyak keuntungan karena fakta bahwa komputer dapat diprogram dan disesuaikan dengan keinginan pengguna. Kemudahan pemrograman komputer yang dikembangkan menjadi lebih dekat dengan bahasa manusia (bahasa tingkat tinggi) juga mempengaruhi penggunaan komputer sebagai alat bantu kerja manusia. Perkembangan dan evolusi bahasa pemrograman yang konstan akhir-akhir ini memberi programmer pilihan untuk memilih bahasa pemrograman mana yang cocok untuk membuat aplikasi. SMA Negeri 1 Ambarawa merupakan lembaga pendidikan yang selalu ingin mengikuti perkembangan teknologi informasi. Di bidang pengelolaan keuangan masih bersifat manual yang relatif sulit. Akibatnya, terkadang informasi yang dihasilkan tidak benar dan laporan tertunda. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan banyaknya data yang perlu dikelola. Tentunya dalam hal ini pengolahannya harus dilakukan secara efektif dan efisien dan pengolahan datanya harus mudah untuk mengisi data, mengolah data dan melaporkannya. Pada saat yang sama, manfaat dalam hal efektivitas sistem, baik dalam hal biaya maupun waktu penggunaan, harus dipenuhi dengan semua informasi pemrosesan data yang berkualitas tinggi ini. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap sistem pembayaran SPP siswa SMA Negeri 1 Ambarawa, penulis mengidentifikasi beberapa masalah, antara lain: 1. Pembayaran masih dilakukan secara manual. 2. Transaksi pembayaran masih diketik secara manual sehingga kurang efisien. 3. Karena pencatatan manual, keamanan data seringkali tidak sempurna

Membuat Aplikasi Pembayaran Spp Dengan Visual Basic

2 dipertahankan, sehingga data sering hilang yang menyebabkan kesalahan selama pembuatan laporan. 4. Sering kehilangan data. 1.3 SMA N 1 Ambarawa membatasi masalah desain aplikasi di sekolah untuk pembayaran siswa, Pembayaran Sekolah (SPP). 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk membuat sistem informasi pengolahan data pembayaran siswa di SMA N 1 Ambarawa dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Hal yang baik tentang membuat aplikasi ini adalah membuat pembayaran uang sekolah menjadi lebih mudah. 1.5 Metode Pengumpulan Data Metode ini merupakan metode/metode penelitian kualitatif. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, penulis sendiri menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1. Metode Observasi, penulis melakukan observasi langsung di SMA N 1 Ambarawa melalui metode ini, observasi untuk melihat proses pengerjaan dengan matanya sendiri. 2. Metodologi wawancara untuk mengidentifikasi masalah yang kompleks dan proses penggajian yang saat ini ada atau sedang digunakan di SMA N 1 Ambarawa. 3. Penelitian literatur yaitu mengumpulkan berbagai bahan referensi seperti buku dan artikel sebagai bahan referensi untuk menganalisis sistem kompensasi guru dan menyusun laporan. 2. Landasan Teori 2.1 Manajemen pembayaran siswa Manajemen pembayaran siswa adalah kegiatan melakukan semua pembayaran kepada siswa di lembaga pendidikan formal dan non formal agar tujuan mereka dapat tercapai secara efektif dan efisien. (G. Kartasapoetra dan Ibu E. Reokasih. Dalam bukunya “Manajemen dan Implementasi”, 2007). 2.2 Pengenalan dan Perancangan Basis Data Basis data adalah kumpulan data yang saling terkait secara logis yang interpretasinya bertujuan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. (Bambang Wahyudi. Dalam bukunya Pengantar Struktur Data dan Algoritma, 2006) 2.3 Operasi sistem operasi adalah sumber daya perangkat lunak yang mencakup semua kumpulan perintah pemrosesan informasi, perangkat lunak tidak hanya mencakup serangkaian perintah operasi yang disebut program yang secara langsung dan mengendalikan perangkat keras komputer . , yang juga merupakan urutan pemrosesan informasi. (R. Somita. Dalam bukunya Computers in Software, 2009). 2.4 Microsoft Visual Basic 6.0 Microsoft Visual Basic adalah program aplikasi yang berjalan di atas sistem operasi Windows dan merupakan karya dari Microsoft Corporation. Kelebihan Visual Basic for Applications antara lain adalah kemampuan untuk mengkompilasi program di Visual Basic dalam kode asli, yang berarti pengoptimalan dilakukan saat prosesor mengkompilasi dan menjalankan program, membuat program di Visual Basic lebih mudah dan lebih cepat diakses. (Nursal, s.kom dalam bukunya Visual Basic, 2010). 3. Tinjauan Pustaka 3.1 SMAN 1 Ambarawa SMA Negeri 1 Ambarawa yang dahulu bernama SMA Negeri 2 Pringsewu berdiri pada Juli 1987 di bawah bimbingan SMA Negeri 1 Pringsewu. 1.000 meter persegi. Dinamakan SMA Negeri 2 Pringsevu karena Ambarawa adalah sebuah desa di kecamatan Pringsevu saat itu. Pada tahun pelajaran 1987/1988 jumlah mahasiswa baru angkatan pertama sebanyak 820 orang

Jual Buku Mudah Dan Cepat Membuat Program Skripsi Dengan Vb2010/vb2012

Ada 80 siswa, termasuk 34 anak laki-laki dan 46 anak perempuan. Pelaksanaan kegiatan pendidikan di SMAN 2 Pringsewu di bawah bimbingan 15 orang guru sampai dengan semester kedua, yaitu telah selesainya pembangunan gedung baru SMA Negeri 2 Pringsewu dengan 1 unit kantor dan 4 ruang belajar daerah serta 1 perpustakaan. UNIT 3.2 ANALISA SISTEM Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui proses pemecahan masalah disebut analisis PIECES, melalui peningkatan 6 aspek, antara lain: 1. Kinerja (Performance) Analisis kinerja mengacu pada kemampuan untuk melaksanakan atau meningkatkan (hasil kerja) sistem baru, sehingga menjadi efektif. Performa dapat diukur dengan throughput dan waktu respons. Throughput adalah jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sistem tertentu. Response time, yaitu waktu yang dibutuhkan sistem untuk merespon dan menyesuaikan shift kerja. Melihat situasi di SMA Negeri 1 Ambarawa masih belum efektif dalam hal throughput dan response time untuk pengolahan data pembayaran. Berikut ini adalah beberapa penyebab buruknya kinerja sistem: a) Karena transaksi pembayaran masih manual, beban kerja petugas cukup tinggi. b) Menemukan data dan memproses serta melaporkan transaksi pembayaran membutuhkan banyak waktu. Penerapan sistem baru untuk meningkatkan kinerja aparatur sangat dimungkinkan, karena sistem baru tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kinerja aparatur dalam mengolah data pembayaran. 2. Informasi SMA Negeri 1 Ambarawa masih banyak kekurangan dalam menyajikan informasi pembayaran. Misalnya penyajian laporan pembayaran yang sangat mempengaruhi kualitas informasi. Di SMA Negeri 1 Ambarawa masih menggunakan pengolahan data secara manual sehingga informasi yang dihasilkan terlambat karena banyaknya data. Dengan menggunakan sistem baru ini, diharapkan akan tersedia informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. 3. Ekonomis Untuk menghemat biaya SMA Negeri 1 Ambarawa, pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada perlu dioptimalkan. Pada sistem lama yang masih menggunakan tenaga manual, hal ini akan menambah biaya karena banyaknya alat tulis dan buku yang digunakan untuk mencatat pembayaran. Sebaliknya, sistem baru akan mengurangi buku dan alat tulis sehingga keuntungan dapat diperoleh berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Sementara biaya akuisisi awal tinggi, manfaat masa depan bisa lebih besar. 4. Kontrol (Control) SMA Negeri 1 Ambarawa memiliki kontrol yang kurang baik pada sistem yang ada, salah satunya adalah kurangnya kontrol terhadap kesalahan pencatatan dan keamanan data pembayaran. Karena pencatatan data pembayaran masih manual. Diharapkan perbaikan sistem dapat membantu pengendalian kesalahan dalam pencatatan data pembayaran. 5. Efisiensi SMA Negeri 1 Ambarawa terlihat masih kurang efisien dalam mengolah data pembayaran. Hal ini dikarenakan sistem yang ada saat ini tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, dan komputer tidak dimanfaatkan dengan baik sebagai media pengolah data. Sistem baru yang akan diterapkan merupakan penyempurnaan dari sistem lama dan akan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan data dengan memaksimalkan penggunaan komputer. 821

4 6. Pelayanan di SMA Negeri 1 Ambarawa dapat meningkatkan pelayanan ini dengan mengolah data pembayaran yang selama ini terkesan lamban. Sistem baru ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan untuk penyampaian informasi yang dibutuhkan lebih cepat dan akurat. 3.3 Metode penelitian Metode ini biasanya digunakan oleh analis sistem. Metode air terjun adalah sistem yang beroperasi secara berurutan atau linier. Oleh karena itu, setiap langkah harus diselesaikan sepenuhnya sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya, menghindari langkah yang berulang. Secara garis besar, metode waterfall memiliki langkah-langkah sebagai berikut: penyelidikan sistem, analisis sistem, perancangan sistem, pengembangan sistem, implementasi sistem, dan pemeliharaan sistem. Gambar 4.1 Diagram alir waterfall pada jurnal (Hartati, 2012) Sistem survey memanfaatkan fase inquiry atau survey aplikasi