Pencegahan Pergaulan Bebas Dapat Dilakukan Oleh Diri Sendiri Dengan Cara

Pencegahan Pergaulan Bebas Dapat Dilakukan Oleh Diri Sendiri Dengan Cara – Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami masa pubertas untuk pertama kalinya, dan merupakan masa dimana keadaan mental dan kepribadian masih labil. Masa pubertas remaja merupakan masa pencarian jati diri dan masa keingintahuan untuk mencoba segala sesuatu. Seorang remaja berusaha menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sehari-hari. Asosiasi diperlukan untuk perkembangan mental dan kepribadian seorang remaja, tetapi terkadang asosiasi yang dipilih dapat mengarah ke arah yang negatif karena beberapa faktor yang dijelaskan dalam artikel ini.

Pergaulan remaja tentunya berbeda dari waktu ke waktu dan memiliki tantangan tersendiri sesuai dengan perkembangan zaman. Asosiasi adalah suatu proses interaksi antara individu dengan individu yang juga dilakukan individu dengan kelompok. Juga, Aristoteles menetapkan bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon – politicon), yang berarti manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dengan orang lain.

Pencegahan Pergaulan Bebas Dapat Dilakukan Oleh Diri Sendiri Dengan Cara

Pergaulan memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian individu. Asosiasi yang Anda buat mencerminkan kepribadian Anda, baik asosiasi positif maupun negatif. Asosiasi yang positif dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok untuk mencapai hal-hal yang positif. Meski pergaulan negatif lebih banyak dengan pergaulan bebas, namun sebaiknya dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati diri. Pada usia ini, seorang remaja biasanya sangat labil, mudah dipengaruhi oleh bujukan, dan bahkan ingin mencoba sesuatu yang baru, yang mungkin tidak dia ketahui apakah itu bagus atau tidak.

Pencegahan Pergaulan Bebas ( Materi Pjj Pjok Kelas 8 Smp )

Pergaulan bebas merupakan suatu bentuk perilaku menyimpang yang melintasi batas-batas kewajiban, persyaratan, aturan, kondisi, dan rasa malu, atau dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama dan moral. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Para ahli pendidikan sepakat bahwa remaja berusia antara 13 dan 18 tahun.

Seorang remaja bukan lagi anak-anak, tetapi masih belum cukup dewasa untuk disebut dewasa. Mereka mencari gaya hidup yang paling cocok untuk mereka, dan ini sering dilakukan melalui coba-coba, meskipun banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan seringkali menimbulkan kekhawatiran dan perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan sekitar dan orang tuanya.

Sebagai makhluk sosial, individu harus mampu mengatasi setiap permasalahan yang timbul akibat berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Mirip dengan pergaulan remaja, dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:

Sangat mudah untuk mengenali ciri-ciri orang yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Beberapa gejala prolaps antara lain:

Kkn Mahasiwi Untag Surabaya Penyuluhan Pencegahan Pergaulan Bebas Remaja Masa Kini

Orang tua perlu memahami bahwa zaman telah berubah. Pengaruh sistem komunikasi, media massa, kebebasan berserikat dan modernisasi dengan cepat mempengaruhi anak-anak di berbagai bidang. Gaya hidup anak muda saat ini berbeda dengan saat orang tuanya masih remaja. Pada usia tersebut, pengaruh pergaulan dari orang tua dapat dikemukakan antara lain sebagai berikut.

Agama dan keyakinan adalah dasar dari kehidupan individu. Tanpa agama, hidup mereka akan kacau karena mereka tidak memiliki pandangan hidup. Agama dan keyakinan juga dapat membentuk kepribadian seseorang. Melalui agama, individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Tapi remaja promiscuous biasanya tidak tahu apa yang baik dan apa yang tidak.

Kebudayaan juga berkembang dari waktu ke waktu, atau dalam perjalanan yang disebut globalisasi. Remaja umumnya lebih tertarik untuk meniru budaya barat yang berbeda dengan kita, yang membuat mereka berkomunikasi sebagai orang barat yang lebih santai. Apalagi di era Industri 4.0, dimana informasi (baik atau buruk) dapat dengan mudah diakses melalui internet.

Sikap mental yang tidak sehat menyebabkan banyak remaja bangga dengan pergaulan yang sebenarnya merupakan hubungan yang tidak pantas, namun mereka tidak memahaminya karena pemahaman mereka yang kurang baik. Dimana ketidakstabilan emosi disebabkan oleh kekerasan emosional, seperti perkembangan kepribadian yang maladaptif karena tindakan keluarga atau orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengejek, memaksakan kehendak dan pengajaran yang salah tanpa landasan yang kuat. kepercayaan pada anak yang kemudian merasa tidak nyaman dengan kehidupan yang mereka jalani sebelumnya, sehingga melarikan diri darinya memiliki konsekuensi negatif seperti pergaulan bebas.

Pdf) Kondisi Dan Edukasi Pergaulan Bebas Dikalangan Remaja

Kita berbicara tentang frustrasi ketika seorang remaja merasakan tekanan karena tidak puas dengan orang tua yang otoriter atau terlalu permisif, di sekolah yang memberikan tekanan terus-menerus (baik dalam hal kinerja remaja yang sering gagal atau karena aturan yang terlalu membatasi), di masyarakat. pengaturan. yang menyebabkan masalah. Dalam sosialisasi, maka remaja memiliki regulasi emosi yang sangat labil dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekitarnya, terutama pergaulan bebas yang disebabkan oleh ketidaknyamanan di lingkungannya.

Hal ini karena norma-norma yang ada telah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya bersifat Barat. Kebanyakan remaja memilih untuk meniru budaya Barat daripada budaya mereka sendiri. Keyakinan bahwa gaya Barat lebih keren, sedangkan gaya Timur kuno menjadi salah satu alasan pergaulan bebas.

Kita semua tahu bahwa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menyalurkan minat dan bakat ke arah yang positif adalah hal-hal yang bisa membuat seseorang sukses di kemudian hari. Namun meski kata-kata tersebut sering “diucapkan”, banyak remaja masih melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Selain solusi yang disebutkan di atas, ada banyak solusi lain juga. Solusi ini adalah:

Perbaiki cara pandang Anda dengan mencoba optimis dan hidup dalam “kenyataan”. Intinya remaja perlu dibina sejak usia muda untuk tidak memiliki mimpi-mimpi yang berada di luar kemampuannya agar dapat merespon secara positif kekecewaan remaja.

Pergaulan Remaja Yang Kurang Baik Serta Mengganggu Masyarakat Beserta Sanksinya

Sudah menjadi keharusan bagi remaja untuk belajar disiplin, mengatur waktu, emosi, tenaga dan pikiran dengan baik dan efektif, misalnya mengatur kegiatan sehari-hari dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif.

Merupakan pengakuan bahwa pada dasarnya setiap individu menginginkan yang terbaik bagi dirinya agar dapat terhindar dari pergaulan bebas. Dengan demikian, remaja tidak menggunakan emosi dan dirinya sendiri.

Cara berkomunikasi dengan orang lain perlu ditingkatkan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Untuk membatasi diri dari aktivitas yang berdampak negatif, kita bisa mulai berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang di sekitar kita.

Remaja jarang memikirkan masa depan. Jika setiap remaja dapat mengajukan pertanyaan, “Apa yang akan terjadi pada saya nanti jika saya tidak mengikuti langkah-langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?”. Kemudian tindakan positif mengiringi pengembangan diri anak muda. Hal ini akan membuat remaja lama memikirkan hal-hal yang menyimpang dan mengurangi jumlah remaja yang nantinya terkena HIV dan AIDS.

Menghindari Pergaulan Bebas

Sebagian besar pemuda kita telah mengabaikan pentingnya nilai-nilai Timur. Tentu saja nilai ketimuran ini selalu dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman yang juga merupakan akar dari budaya ketimuran. Nilai-nilai yang berdasarkan ajaran spiritualitas keagamaan ini harus dilestarikan. Termasuk meningkatkan keimanan dan moral para pengikutnya. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, mereka berharap, khususnya para remaja, akan berpikir dua kali sebelum melakukan pergaulan bebas.

Idealnya, televisi dapat menjadi sarana memperoleh informasi yang dapat mendidik dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun, pada kenyataannya, harapan ini sangat mengada-ada. Televisi kita, khususnya televisi swasta, lebih banyak menayangkan program hiburan dan sinetron yang menawarkan nilai gaya hidup bebas dan hedonis. Juga berbagai tayangan infotainment yang terkadang menayangkan program perselingkuhan, seks bebas antar artis.

Dengan demikian, kisah pergaulan bebas tidak lagi tabu. Jadi tidak ada langkah yang lebih efektif daripada mengurangi menonton TV, karena sedikit demi sedikit otak diracuni dengan nilai-nilai yang sebenarnya sangat negatif. Untuk mendapatkan informasi, anak muda dapat mengalihkan perhatiannya dengan membaca koran, majalah, dan buku. Ini benar-benar pekerjaan yang sangat menuntut, tetapi jauh lebih produktif daripada menonton TV yang tidak jelas dan merusak kewarasan.

Menurut berbagai penelitian, cara ini sangat efektif. Pergaulan bebas, biasanya dilakukan oleh anak muda dengan banyak waktu luang, banyak waktu bermain, pada malam akhir pekan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda perlu menyisihkan waktu untuk kegiatan positif. Misalnya, melibatkan anak muda dalam organisasi sosial, menekuni hobi mereka dan mengembangkannya menjadi bidang bisnis yang menguntungkan, serta mengikuti acara kreativitas anak muda. Dengan cara ini, masa muda Anda akan dihabiskan untuk hal-hal positif dan Anda akan memiliki lebih sedikit waktu untuk memikirkan hal-hal negatif seperti pergaulan bebas.

Tugas Pjok Azis

Pergaulan sering ditoleransi di kalangan anak muda karena mereka mungkin tidak tahu konsekuensinya. Misalnya penyakit kelamin yang mematikan. Kaum muda harus terus-menerus diberitahu tentang bahaya pergaulan bebas.

Mudah-mudahan mereka akan memiliki informasi untuk pertimbangan akal sehat juga. Jika informasi ini tidak diperoleh, kemungkinan mereka akan terus bersenang-senang sesuai keinginan mereka. tetapi jika informasi diperoleh tetapi mereka masih bertekad untuk melakukannya, itu masalah lain. Tampaknya perlu perlakuan khusus, terutama bagi mereka yang terang-terangan menyombongkan diri tentang pergaulan bebas.

Bagi mereka yang bangga dengan pergaulan bebas, tidak ada yang bisa menghentikan mereka kecuali adanya perangkat hukum dan aturan hukum yang memikat mereka. Setidaknya sebagai pencegah. Itu harus dirumuskan dan dilaksanakan melalui undang-undang yang berlaku di negara kita. Langkah ini merupakan benteng terakhir untuk menyelamatkan generasi muda dari perbuatan zina, karena perilaku zina secara otomatis akan menghancurkan bangsa ini.

Dewasa ini, banyak remaja yang berakhir dengan pergaulan bebas, terutama di kalangan pelajar. Menggunakan narkoba untuk melepaskan budaya seksual adalah salah satu akibat dari pergaulan bebas. Jadi untuk remaja

Beberapa Hal Yang Dapat Dilakukan Agar Remaja Terhindar Dari Bahaya Narkotika