Langkah Cara Ganti Seal Shock Belakang Motor dengan Mudah dan Tips Merawat Shockbreaker

Seal adalah salah satu bagian dari shockbreaker yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran oli. Serta menjaga kotoran atau debu untuk tidak masuk ke dalam. Lalu apa itu shockbreaker? Yaitu komponen motor berbentuk pegas spiral yang berfungsi untuk meredam getaran dan goncangan. Apabila motor sering melewati jalan yang jelek, maka karet seal akan mudah rusak sehingga oli akan mudah bocor. Langkah cara ganti seal shock belakang motor patut diketahui dan dipelajari.

Langkah Cara Mengganti Seal Shock Belakang yang Sudah Rusak

Teruntuk orang awam yang tidak tahu-menahu soal seluk beluk motor, pasti sering mengira bahwa shockbreaker itu hanya aksesoris belaka. Padahal tidak demikian, keberadaan shockbreaker di motor sangatlah penting untuk meredam goncangan yang diterima motor. Coba bayangkan apabila motor tidak memiliki shockbreaker, tentunya badan akan mudah pegal saat mengendarai sepeda motor.

Tidak kalah pentingnya lagi, jika shockbreaker pada motor rusak maka komponen yang lain  akan mudah berpindah posisi. Hal tersebut tidak boleh terjadi, sebab bisa membahayakan keselamatan pengendara di jalan raya. Ada tanda-tanda yang bisa dijadikan peringatan apabila shockbreaker benar-benar mengalami kerusakan. Seperti menemukan rembesan oli yang bocor dan membasahi tabung shockbreaker. Maka sudah dipastikan ada masalah pada sealnya.

Berikut adalah langkah cara ganti seal shock belakang motor dengan tepat dan mudah. Ikutilah langkah-langkah dibawah ini:

  • Bongkar roda, rumah piston rem, dan spakbor untuk memudahkan pekerjaan.
  • Selanjutnya lepaskan baut 14 mm agar shockbreaker belakang bisa diambil.
  • Pisahkan per dari tabung dan keluarkan isinya sampai oli benar-benar habis.
  • Lalu bongkar tabung dalam dengan menggunakan kunci L6 mm.
  • Lepaskan juga baut L yang ada pada tabung shock bagian luar.
  • Periksa seal shock belakang.
  • Jika rusak, pasanglah seal yang baru dengan bearing bekas atau dengan palu plastik supaya bisa masuk dengan rata.
  • Berikutnya pasang kembali karet tutup shock dan ring pengunci.
  • Lalu pasang kembali semuanya seperti sedia kala.

Jangan lupa mengencangkan bautnya agar tertutup rapat. Seal shock belakang memiliki fungsi sebagai perapat. Jika karet seal itu rusak dan aus, maka celah-celah yang ada akan terbuka. Oli pun begitu dengan mudahnya keluar. Apabila pengendara juga merasakan motornya sulit diatur dan selalu oleng ke kiri maupun kanan, alangkah baiknya segera di cek karena dapat dicurigai kalau shockbreakernya sudah rusak.

Tips Merawat Shockbreaker

Komponen shockbreaker memang sangat penting untuk menunjang aktivitas berkendara. Masyarakat di perkotaan juga membutuhkan benda ini di motornya, karena ketika ada polisi tidur, guncangannya bisa teredam. Shockbreaker yang sudah rusak, harus segera diganti atau diperbaiki. Sebenarnya ada tips merawat shockbreaker untuk mencegah terjadinya kerusakan. Berikut ini adalah tips atau kiat-kiat yang bisa dilakukan:

  • Rajin membersihkan shockbreaker agar kotoran dan debu yang menempel segera hilang. Jika shockbreaker tidak dicuci, kotorannya akan membuat seal lecet.
  • Hindarilah rute dengan jalan yang jelek seperti banyak lubang, tidak rata, dan bergelombang.
  • Jangan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di jalan yang buruk.
  • Perhatikan berat barang yang dibawa agar shockbreaker tidak terbebani.
  • Jangan memakai anting pada shockbreaker belakang.

Selain yang telah disebutkan di atas, pengendara juga harus memperhatikan keadaan tabung shockbreaker bagian depan. Shockbreaker belakang maupun shockbreaker depan sama-sama memiliki fungsi yang penting, jadi harus dijaga juga. Bagi yang sering memberi kunci cakram, coba pikirkan kembali. Mengapa? Sebab jika pemasangan kunci cakram terlalu rapat,  maka akan membuat tabung silinder mengecil dan bisa menjepit batang shock.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan terkait langkah cara ganti seal shock belakang motor dan tips-tips merawat shockbreaker. Terakhir, jangan lupa untuk mengganti oli pada shockbreaker apabila motor sudah dipakai sejauh 15.000 km. Biasanya pergantian oli pada shock akan dilakukan 2 atau 3 tahun sekali. Jika kondisinya sudah tidak prima lagi, segera ganti tanpa harus menunggu waktu yang lama.