5 Tips Berkendara Aman Dengan Aplikasi Grab

Karena kepraktisan, kemudahan dan harga yang terjangkau, transportasi online kini menjadi pilihan favorit masyarakat.

Namun, perjalanan terkadang bukan tanpa risiko keselamatan, terutama mobilitas masyarakat perkotaan yang sangat tinggi dari pagi hingga larut malam. Oleh karena itu, penumpang dan pengemudi harus selalu peka terhadap berbagai kejahatan.

Melansir rilis Grab yang diterima Selasa (25/1/2022), ada beberapa hal yang belum diketahui masyarakat tentang transportasi online.

Misalnya, kelompok mobil atau motor yang ditemukan di aplikasi bukan milik perusahaan, tetapi milik individu dan persewaan. Hal yang sama berlaku untuk pengemudi yang bukan karyawan penyedia layanan ride-hailing, tetapi merupakan mitra pengemudi.

Di Grab, hanya mitra pengemudi yang telah mengikuti pembekalan dan pelatihan yang boleh beroperasi.

Sama seperti perusahaan pada umumnya, Grab juga menggunakan standar operasional, kebijakan keselamatan dan keselamatan penumpang yang berbeda dari yang lain.

“Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang dan mitra pengemudi, Grab menginvestasikan kembali pendapatan perusahaan yang diperoleh dari mitra pengemudi dan pengguna melalui empat pilar strategis yang terintegrasi ke dalam aplikasi kami,” kata Iki Sari Dewi, Business Director, Jabodetabek -Grab Indonesia.

Empat inti strategi tersebut termasuk mempelopori fitur Safety Center, pemilihan mitra pengemudi yang ketat, memberikan pengarahan dan pelatihan rutin kepada mitra, dan membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan insiden.

Tidak berhenti sampai di situ, Iki juga memberikan lima tips penting yang harus diketahui semua pengguna Grab agar perjalanan mereka lebih aman.

1. Gunakan identitas yang valid dan kontak darurat

Saat mendaftar, sertakan data yang lengkap dan benar untuk memudahkan proses pelaporan dan hubungi kontak darurat dan selidiki jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Grab sendiri memiliki layanan satuan tugas khusus (SatGas) untuk mencegah dan menangani kejahatan selama 24 jam di lebih dari 73 kota di wilayah operasi.

Baca Juga :  Penyebab Rem Cakram Sering Macet Pada Motor Baru

2. Pastikan wajah dan jenis kendaraan mitra pengemudi sesuai dengan identitas yang ada di aplikasi Grab

Jika tidak sesuai, Anda tidak perlu ragu untuk membatalkan perjalanan dan dapat melapor melalui aplikasi Grab.

3. Beri tahu lokasi Anda kepada teman atau keluarga saat bepergian

Gunakan fitur Bagikan Perjalanan Saya untuk berbagi lokasi Anda dengan kerabat Anda saat bepergian dengan Grab.

Kerabat Anda akan menerima pesan berupa link pelacakan (link link) dari lokasi perjalanan Anda secara langsung, lengkap dengan plat nomor kendaraan, waktu booking, lokasi penjemputan dan tujuan perjalanan.

Jika mengalami situasi berbahaya, segera tekan Tombol Darurat pada fitur Safety Center. Dengan cara ini, pusat panggilan darurat Grab dan orang-orang terkasih akan diberitahu ketika ada ancaman.

GrabCar memiliki sistem yang dapat mendeteksi jika ada kendaraan yang menyimpang dari rute yang dituju dan terdapat halte yang mencurigakan. Tim Grab akan proaktif menghubungi penumpang dan mitra pengemudi untuk memastikan keduanya dalam kondisi baik.

4. Tetap fokus dan waspada saat bepergian

Jangan tidur dan atau gunakan earphone saat bepergian. Jika Anda meragukan keselamatan berkendara, misalnya keluar jalur atau tidak mengikuti navigasi, mengemudi ugal-ugalan dan melakukan tindak kriminal, jangan sungkan untuk menegur pengemudi.

Beritahu pasangan untuk berhenti di tempat yang aman dan jelaskan alasan yang nyaman dan logis, lalu izinkan pengemudi untuk melanjutkan perjalanan. Jangan lupa untuk menyelesaikan pembayaran saat sudah sampai di lokasi.

5. Manfaatkan ciri pelaporan

Aplikasi Grab memiliki fitur pelaporan yang terhubung langsung dengan tim SatGas. Fitur Grab Safety Center dapat diakses selama dan setelah perjalanan. Tim SatGas dapat melacak perjalanan terbaru dan membantu memahami apa yang terjadi.

Baca Juga :  Lakukan Pemeriksaan Wheel Alignment Berkala Agar Suspensi Dan Performa Ban Tetap Terjaga

Tim yang akan berkomunikasi telah dilatih agar mampu membantu penumpang saat mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

Perlu diketahui, saat menggunakan layanan Grab, penumpang dan pengemudi secara otomatis dilindungi oleh asuransi keselamatan. Kerugian yang diakibatkan oleh insiden keselamatan, baik kecelakaan di jalan raya maupun tindakan kriminal yang terjadi saat atau saat bepergian menggunakan aplikasi Grab di seluruh Indonesia, akan ditanggung oleh asuransi.

Ekosistem yang aman dan nyaman saat traveling menjadi hal yang harus selalu diusahakan. Penumpang, mitra pengemudi, penyedia layanan transportasi online, bahkan regulator berperan penting dalam menciptakan keselamatan berkendara untuk mencegah potensi tindakan kriminal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.