kapan ganti oli gardan

Kapan Ganti Oli Gardan untuk Mobil dan Motor agar Tahan Lama?

Peran oli gardan pada kendaraan yaitu untuk memperlancar performa transmisi CVT. Apabila, volume pelumas berkurang atau kotor, akibatnya akan mengganggu kinerja komponen lain. Namun, kapan ganti oli gardan yang tepat supaya awet?

Selain memperlancar kinerja, fungsi oli gardan juga untuk melapisi komponen lain. Demi menekan temperatur panas dan membuat kendaraan jadi lebih halus, saat perpindahan alias transmisi.

Oleh karena itu, Anda perlu ganti secara rutin. Yuk, simak selengkapnya.

Kapan Ganti Oli Gardan?

Jadwal penggantian oli gardan umumnya lebih lama, daripada jenis oli motor matic dan mobil lainnya. Misalnya oli mesin yang umumnya diganti setiap 2 bulan sekali.

Melansir dari Gridoto, oli gardan sebaiknya diganti setelah kendaraan telah mencapai jarak tempuh 40.000 kilometer atau 2 tahun sekali. Mengingat, posisi gardan yang terletak di dalam, jadi tak cepat habis karena panas.

Sedangkan, pada kendaraan roda dua diketahui setiap 2 bulan sekali atau ketika menempuh jarak 8.000 kilometer.  Cara alternatif mengetahui oli harus diganti adalah memperhatikan tanda yang muncul.

Ciri-Ciri Mobil dan Motor harus Ganti Pelumas

Tanda paling awal, oli harus diganti yaitu muncul masalah pada kendaraan.  Sebagaimana, fungsi pelumas yaitu melancarkan kinerja komponen lain.  Jadi, jika Anda merasa tak nyaman saat berkendara, hal itu bisa karena kondisi oli yang sudah tak layak pakai.

Meskipun, jadwal rutin mengganti oli gardan maksimal 2 tahun sekali, tetapi sebagian pengendara mengganti lebih awal. Tujuannya, agar performa mobil makin gahar dan tak mengalami kendala saat melaju di jalanan. Nah, berikut ciri yang perlu Anda waspadai.

1. Mobil Mulai Berdengung

Anda pernah mendengar suara dengung di bagian mobil? Jangan diabaikan, suara yang muncul terjadi akibat roda gigi yang bergesekan karena kehabisan oli.

Baca Juga :  Tanggapan Baik Petinggi Mitsubishi Tentang Rumor Xpander Hybrid

Komponen gardan yang tak mendapatkan oli, akan tersendat ketika bekerja.  Imbasnya, mobil mengeluarkan suara bahkan getaran saat diajak melaju.

Apabila dibiarkan begitu saja, suara dan getaran semakin kencang dan mengganggu perjalanan. Oleh karena itu, Anda harus lebih aware lagi dengan perubahan kondisi mobil.

2. Melewati Jarak Tempuh Maksimal

Langkah mudah mengetahui, kapan harus ganti oli adalah mencatat terakhir kali Anda mengganti pelumas. Misalkan, oli baru diganti di 2020 maka waktu tepat memperbarui oli yaitu dua tahun lagi. Begitu Pula pada kendaraan roda dua.

Alternatif berikutnya adalah mencatat jarak tempuh maksimal. Apabila sudah mencapai 40.000 kilometer, sebaiknya segera bawa kendaraan ke bengkel untuk diganti.

3. Perubahan Warna

Kendaraan yang sering digunakan, bisa mempengaruhi perubahan warna oli. Semakin sering mobil atau motor dikendarai, maka warna pelumas akan menjadi keruh. Cara paling mudah mengganti oli adalah perhatikan warna.

Oli yang baru biasanya terlihat lebih jernih daripada yang lama. Jika warna sudah menghitam, akibatnya kinerja mesin dan komponen lain kendaraan dapat terhambat.

Akibat jika Tidak Rutin Ganti Oli? 

Sebenarnya, adakah efek samping jika pengemudi jarang mengganti oli? Selain menghambat kinerja komponen gardan dan menimbulkan suara bising. Berikut deretan masalah yang menghampiri, jika kurang disiplin memperbarui oli.

  1. Gardan menjadi terlalu panas
  2. Mobil bergetar saat melalui medan lurus maupun menantang
  3. Roda kendaraan jadi sulit dikontrol akibat gardan terganggu
  4. Mesin kendaraan sering mati mendadak
  5. Efek jangka panjang bisa menyebabkan mesin mudah rusak

Itulah cara mengetahui kapan ganti oli gardan. Jangan lupa, rutin perbarui pelumas supaya performa mesin dan komponen makin optimal dan gahar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.